Minggu, 30 November 2014

Menkeu: Masyarakat Tak Akan Rewel Bayar Pajak, Kalau Kepercayaan Tinggi




Jakarta -Salah satu faktor minimnya penerimaan pajak adalah karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih rendah, sehingga masyarakat masih enggan membayar pajaknya. Untuk itu, perlu dikembalikan tingkat kepercayaan tersebut.

"Saya yakin masyarakat tidak akan rewel membayar pajak kalau trust (tingkat kepercayaan di pajak tinggi, mudah-mudahan di bawah pimpinan baru trust itu bisa terbentuk," ungkap Bambang di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/12/2014).

Untuk itu, Bambang meminta kepada para pihak terkait untuk sama-sama meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat atas kinerja Ditjen Pajak.

Bambang juga tengah mempertimbangkan untuk membentuk LSM untuk bisa menggenjot penerimaan pajak. LSM ini nantinya menjadi wadah orang-orang yang bertugas mengawal penerimaan pajak negara.

Fuad Rahmany, mantan Dirjen Pajak juga diminta memberikan ide dalam pembentukan LSM ini.

"Ada yang mau membuat semacam LSM yang advokasinya mendorong orang bayar pajak, sadar pajak, jadi bukan aparat pajak yang memberikan sosialisasi, bahwa bayar pajak adalah kewajiban. Jadi tugas mendorong penerimaan pajak tidak hanya pemerintah tapi menjadi kesadaran seluruhnya. Pak Fuad juga boleh memberikan ide-ide untuk ini," terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya sebagai Dirjen Pajak, harus terbebas dari berbagai macam intervensi.Next
Hari ini, Mardiasmo yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan resmi menjabat Dirjen Pajak sementara menggantikan Fuad. Selain sebagai Dirjen Pajak, Mardiasmo juga menjabat sebagai Ketua Pansel Calon Dirjen Pajak.

"Mohon kesampingkan pemikiran aneh-aneh dan kebetulan Pak Mardiasmo panitia pansel jadi nanti jangan dianeh-aneh. Tidak ada calon yang lebih cocok dari Pak Wamen, tolong dibantu dan buat dia nyaman. Beliau tidak hanya ngantor di Djuanda 1 tapi di lantai 5 gedung ini, saya tidak akan cari-cari," jelas dia.

Selanjutnya, kata Bambang, dalam mengemban jabatan sebagai Dirjen Pajak tidaklah mudah. Apalagi, kata dia, ada dorongan agar penerimaan pajak bisa mencapai target di tahun ini.

"Tugas ini tidak mudah karena bagimana memperkecil gap antara target dan realisasi penerimaan pajak 2014, tentunya ini juga perlu dimotivasi baik pimpinan dari Ditjen Pajak pusat maupun wilayah untuk bisa membantu Pak Mardiasmo dan Kemenkeu, agar APBN 2014 sesuai dengan apa yang telah direncanakan di awal. Presiden menginginkan pencapaian pajak yang lebih besar. Harus ada keseimbangan target dan pencapaian pajak," kata dia.

Bambang meminta, semua pihak perlu bekerjasama merealisasikan target penerimaan pajak.

"Kalau kita minta yang spesial (target pajak tercapai), jadi Bapak Ibu harus memberikan output yang spesial juga (bayar pajak)," pungkasnya.

ANALISIS:
-  faktor minimnya penerimaan pajak adalah karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih rendah
- kepada para pihak untuk sama-sama meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat atas kinerja Ditjen Pajak.



sumber: http://finance.detik.com/read/2014/12/01/133124/2764024/4/2/menkeu-masyarakat-tak-akan-rewel-bayar-pajak-kalau-kepercayaan-tinggi 

Sabtu, 22 November 2014

kerangka karangan

TOPIK    : HARGA CABAI
TEMA     : KENAIKAN HARGA CABAI YANG TINGGI
TUJUAN : MENGANALISIS PENYEBAB NAIKNYA HARGA CABAI

1.Faktor-faktor penyebab kenaikan harga cabai
   i.   panjangnya rantai distribusi
   ii.  5 pos rantai yang harus dilalui 
   iii. fase keuntungan harga cabai

2.Dampak panjangnya rantai distribusi cabai
   i.  lamanya tiba ke jakarta
   ii. 5 kali lipat keuntungan yang diambil petani di daerah
   ii. kerugian petani untuk menggani cabai yang busuk.

PANJANGNYA RANTAI DISTRIBUSI CABAI DARI JATIM KE JAKARTA


      Panjangnya rantai pasok/distribusi, disebut-sebut sebagai pemicu utama tingginya harga cabai di Jakarta. Saat ini harga cabai rawit merah di Jakarta sudah mencapai Rp 70.000/kg sedangkan di tingkat petani hanya Rp 40.000/kg.

Ketua Asosiasi Agribisnis Jawa Timur Sukoco mengungkapkan, pola distribusi cabai dari Jawa Timur menuju Jakarta setidaknya melewati 5 pos.

"Rantai distribusi cabai dari Jawa Timur menuju Jakarta memang cukup panjang. Harus melewati 5 pos," kata Sukoco kepada detikFinance, Sabtu (22/11/2014).

Pos pertama, cabai dari tingkat petani dijual dan dikirim ke pedagang pengepul dengan harga Rp 40.000/kg itu. Lalu dari situ, pedagang pengepul kemudian mengirim dan menjual kembali ke pedagang antar kota.

Tidak berhenti sampai di sana, para pedagang antar kota kembali menjual dan mengirim ke pedagang antar provinsi. Lalu dari pedagang antar provinsi, cabai kemudian dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Rantai terakhir adalah cabai kembali dijual dari Pasar Induk Kramat Jati masuk ke pedagang pengecer.

Sukoco menjelaskan, dari setiap fase itu, para pedagang mengambil keuntungan 20%. Sehingga, total nilai harga cabai setelah melewati 5 fase itu sebesar 100%. Alasannya adalah, karena pedagang untuk mengeluarkan biaya transportasi dan mengganti kerugian atas biaya susut dan busuk cabai selama di perjalanan.

"Jadi kalau dilihat bukan pedagang yang nakal, tetapi rantainya memang yang cukup panjang ini," cetusnya.


ANALISIS:
kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh:
1. panjangnya rantai distribusi
2. mahalnya biaya transportasi untuk mengganti kerugian cabai yang busuk.


sumber: http://finance.detik.com/read/2014/11/22/111815/2756075/4/begini-panjangnya-rantai-distribusi-cabai-jatim-ke-jakarta-yang-bikin-harga-tinggi?f9911023 

investasi tanah, rumah, atau apartemen?

      Indonesia menjadi salah satu dari sekian negara yang mengalami pertumbuhan signifikan di bidang properti. Apartemen tumbuh di berbagai area di kota-kota besar di Indonesia seperti jamur di musim hujan.

Perumahan pun berkembang di area-area baru dan memberikan tambahan pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi properti. Jadi, antara tanah, rumah dan apartemen, pilih mana ya?

Citi melalui MyWealth melansir sebuah artikel, Minggu (2/3/2014) mengenai kelebihan dan kekurangan berinvestasi pada tanah, rumah atau apartemen. Berikut kelebihan dan kekurangannya agar masyarakat bisa menimbang lebih jauh sebelum berinvestasi.

Tanah

     Seperti emas, tanah hampir bisa dibilang tidak mengenal inflasi. Karena itu, orang tua dan kakek-nenek kita kemungkinan lebih memilih berinvestasi tanah dibandingkan investasi jenis lain. Memiliki tanah memang mempunyai beberapa kelebihan, antara lain harganya yang cenderung meningkat setiap tahunnya, serta minimnya biaya perawatan. Apalagi jika tanah yang Anda miliki memiliki lokasi strategis, maka kenaikan harganya bisa berlipat-lipat. Namun demikian, tanah juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertama, tanah relatif lebih sulit dijual dibandingkan apartemen atau rumah. Selain itu, kalau tidak diberi batas yang jelas (pagar atau tembok), seringkali tanah Anda disalahgunakan oleh pihak lain jika tidak sering diawasi. Ditambah lagi, berkembangnya harga tanah juga berhubungan erat dengan rencana makro tata kota Anda. Jika ternyata daerah tersebut tidak berkembang, maka bisa jadi tanah Anda tidak laku disewakan atau dijual.

Rumah

     Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok – terutama di Indonesia, di mana masyarakat kita masih sangat terbiasa tinggal di rumah ketimbang apartemen. Karena itu, walaupun apartemen berkembang dengan pesat, namun rumah juga masih mempunyai daya tarik pasar yang sangat besar. Sama dengan apartemen, rumah relatif mudah dijual dan juga mudah diagunkan ke bank. Selain itu, Anda dapat menyewakannya sehingga Anda mendapatkan tambahan penghasilan. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi rumah adalah biaya perawatan yang lebih besar daripada tanah. Anda perlu membayar asuransi, dan jika Anda tinggal di komplek maka ada iuran perawatan, kebersihan dan keamanan yang perlu dibayarkan secara rutin. Jika tidak ditempati, rumah pun memerlukan perawatan lebih – misalnya ada kebocoran, cat yang mengelupas, adanya hama rayap – yang perlu diperhatikan agar tidak menurunkan kondisi dan harga rumah tersebut.

Apartemen

      Apartemen adalah salah satu tipe properti yang sedang booming di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Dibandingkan dengan rumah, terkadang harganya memang lebih mahal, namun lokasinya juga lebih strategis, walaupun luasnya sedikit lebih kecil dari rumah pada umumnya. Lokasi yang strategis serta fasilitas yang relatif lebih lengkap dibandingkan rumah pada umumnya menjadi daya tarik utama berinvestasi apartemen. Ditambah lagi dengan mudahnya apartemen disewakan kepada pihak lain dengan harga yang cukup tinggi – ini semakin membuat apartemen laris manis dicari banyak orang. Tapi, karena fasilitasnya tersebut, biaya perawatan apartemen juga jauh lebih mahal daripada biaya perawatan rumah, demikian juga biaya listrik dan airnya. Selain itu jika diagunkan ke bank, nilai taksasinya juga lebih rendah daripada rumah.

Nah, dengan beragam kelebihan dan keuntungan masing-masing, tipe properti apa yang Anda pilih untuk Anda?
investasi rumah

ANALISIS:
- investasi tanah banyak diminati masyarakat indonesia
- investasi apartemen sedikit peminatnya karena perawatannya yang cukup mahal.
- berkembangnya harga tanah juga berhubungan erat dengan rencana makro tata kota.

Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah

    Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan.

Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :

1. Perbedaan Falsafah
       Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Dengan demikian sebenarnya semua jenis transaksi perniagaan melalu bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga (riba). Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga atau compound interest dalam semua prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita di awal artikel ini. Sangat menguntungkan saya tapi berakibat fatal untuk banknya. Riba, sangat berpotensi untuk mengakibatkan keuntungan besar disuatu pihak namun kerugian besar dipihak lain, atau malah ke dua-duanya.

2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
     Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.
Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian, dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Hasil usaha semakin tingi maka semakin besar pula keuntungan yang dibagikan bank kepada dan nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecil otomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Jadi konsep bagi hasil hanya bisa berjalan jika dana nasabah di bank di investasikan terlebih dahulu kedalam usaha, barulah keuntungan usahanya dibagikan. Berbeda dengan simpanan nasabah di bank konvensional, tidak peduli apakah simpanan tersebut di salurkan ke dalam usaha atau tidak, bank tetap wajib membayar bunganya.
Dengan demikian sistem bagi hasil membuat besar kecilnya keuntungan yang diterima nasabah mengikuti besar kecilnya keuntungan bank syariah. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan banknya tidak dibagikan kepada nasabahnya. Tidak peduli berapapun jumlah keuntungan bank konvesional, nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja.

3. Kewajiban Mengelola Zakat
      Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial (zakat. Infak, sedekah)

4. Struktur Organisasi
       Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sangsi.
Bagaimana Nasabah Mendapat Keuntungan
    
     Jika bank konvensional membayar bunga kepada nasabahnya, maka bank syariah membayar bagi hasil keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal, misalnya ditentukan porsi masing-masing pihak 60:40, yang berarti atas hasil usaha yang diperolah akan didisitribusikan sebesar 60% bagi nasabah dan 40% bagi bank. Angka nisbah ini dengan mudah Anda dapatkan informasinya dengan bertanya ke customer service atau datang langsung dan melihat papan display “ Perhitugan dan Distribusi Bagi Hasil” yang ada di cabang bank syariah.


BANK SYARIAH vs BANK KONVENSIONAL

PERBEDAAN 

ANALISIS:
- terdapat beberapa perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, tetapi balik lagi kepada kepercayaan masyarakat akan penggunakan jasa bank. 
- bank syariah dan bank konvensional sama-sama menguntungkan bagi nasabah.

PERAN PARIWISATA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

       Industri pariwisata menjadi sektor yang layak diperhitungkan untuk mengangkat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah. Berbagai hasil penelitian telah menunjukkan adanya korelasi dan kontribusi pariwisata terhadap peningkatan perekonomian daerah, atau setidak-tidaknya peningkatan taraf ekonomi masyarakat daerah wisata, karena pariwisata yang berhasil apalagi padat investasi akan mampu menyerap jumlah tenaga kerja, peningkatan perputaran dan pendistribusian uang di daerah wisata, serta peningkatan ekonomi masyarakat.

      Hasil kajian penelitian Made Dwi Setyadhi Mustika mengenai " Investasi Swasta Sektor Pariwisata dan Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Bali (Sebuah Analisis Tipologi Daerah)", menyebutkan bahwa tingginya penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bali tidak terlepas dari peran pemerintah yang selalu berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya di sektor pariwisata sehingga para investor tertarik untuk berinvestasi di Bali. Investasi merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja secara nyata.
      
      Made Dwi Setyadhi Mustika dengan mengacu pada hasil penelitian Samosir (2006) tentang pengeluaran pembangunan pemerintah daerah sektor transportasi dan investasi swasta terhadap kesempatan kerja di Provinsi Sumatera Barat untuk jangka pendek maupun jangka panjang, dengan menggunakan analisis model linier dinamik tanpa uji stasioneritas data, dalam hal ini adalah model penyesuaian parsial, diperoleh kesimpulan bahwa pengeluaran pembangunan pemerintah daerah sektor transportasi dan investasi swasta berpengaruh positif terhadap kesempatan kerja. Untuk jangka pendek diperoleh parameter masing-masing 11,14436 dan 0,027151 yang berarti bahwa terjadi kenaikan kesempatan kerja sebanyak 11 orang bila pengeluaran pembangunan pemerintah sektor transportasi naik Rp1 juta. Dan terjadi kenaikan kesempatan kerja sebanyak 3 orang bila investasi swasta naik Rp.100 juta. Untuk jangka panjang diperoleh parameter masing-masing 33,01671 dan 0,080439 yang berarti bahwa terjadi kenaikan kesempatan kerja sebanyak 33 orang bila engeluaran pembangunan pemerintah sektor transportasi naik Rp.1 juta, dan terjadi kenaikan kesempatan kerja sebanyak 8 orang bila investasi swasta naik Rp.100 juta.
       Mengacu hasil penelitian Siddiqui dan Rajesh (2004) yang meneliti tentang nilai ekonomi pada industri pariwisata di India, dengan melihat bagaimana pariwisata bisa menjadi sektor yang penting di India, kaitannya dengan kontribusi yang diberikan pada GDP dan kesempatan kerja, serta mempelajari dampak dari kenaikan nilai tambah sektor pariwisata terhadap GDP secara keseluruhan dan juga terhadap kesempatan kerja di sektor pariwisata, diperoleh hasil penelitian bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 5,8% terhadap GDP dan 8,3% terhadap kesempatan kerja, yang artinya pariwisata masih menjadi salah satu industri penting di India.
        Analisi penelitian yang digunakan pada penelitian Made Dwi Setyadi Mustika adalah analisis tipologi daerah. Analisis ini digunakan untuk mengetahui klasifikasi daerah, dilakukan dengan menentukan rata-rata investasi swasta sektor pariwisata sebagai sumbu horisontal,dan jumlah penyerapan tenaga kerja sebagai sumbu vertikal. Analisis dilakukan berdasar 4 klasifikasi/kategori yaitu a). daerah 1, yaitu dengan investasi tinggi dan penyerapan tenaga kerja tinggi; b). daerah 2, yaitu dengan investasi tinggi dan penyerapan tenaga kerja rendah; c). 3. daerah 3, yaitu dengan investasi rendah dan penyerapan tenaga kerja tinggi; dan d). daerah 4, daerah dengan investasi rendah dan penyerapan tenaga kerja rendah.
       Penelitian I Ketut R. Sudiarditha, Agus Suman dan Kusnadi (2008), tentang analisis Pengembangan Sektor Industri Pariwisata "Studi Kasus di Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem Bali", bertujuan untuk memahami beberapa hal yaitu: (1) Untuk menganalisis kontribusi pendapatan anggota rumah tangga petani di daerah pengembangan industri pariwisata terhadap total pendapatan rumah tangga. (2) Untuk menganalisis ketimpangan distribusi pendapatan antara rumah tangga petani di daerah pengembangan  industri pariwisata. (3) Untuk meng-analisis pengembangan sektor industri pariwisata di Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. (4) Untuk menganalisis peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sektor industri pariwisata di Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem dan memprediksinya untuk lima  tahun mendatang.
        Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono, pada acara Kemilau Sulawesi yang digelar Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju, (Minggu, 10 Juli 2011), menyatakan bahwa pembangunan sektor wisata di Indonesia mampu menekan angka pengangguran hingga 7,8 persen. "Pembangunan sektor wisata sangat signifikan dalam membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat bangsa ini karena berhasil menekan angka pengangguran hingga 7.8 persen di Indonesia pada tahun ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Menurut Menteri Agung Laksono, Sektor wisata juga telah berperan dalam meningkatkan pendapatan domestrik bruto sekitar 7,6 persen sehingga sektor wisata telah mampu mendorong peningkatan ekonomi dan kontribusi terhadap ekonomi negara karena sektor wisata mampu memacu peningkatan ekspor sumber daya alam Indonesia ke negara luar sekitar 7,5 persen. Oleh karena itu, ia mengatakan, wisata dianggap salah satu sektor yang dapat membawa kemakmuran bangsa dan mempercepat pembangunan negara ini, sehingga sektor wisata tersebut harus dikembangkan di berbagai daerah.
       Dari berbagai hasil penelitian yang dipaparkan diatas, kiranya dapat diambil penegasan bahwa sektor pariwisata dapat diandalkan menjadi potensi daerah yang masih terbuka luas untuk ditingkatkan dan dikembangkan. Tidak kalah penting dari hal tersebut, adalah membuka lebar iklim invetasi di daerah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan menjadi daerah wisata akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, membuka peluang pasar domestik/lokal untuk pasar wisata belanja, dan meningkatnya income masyarakat.
RANGKING DEVISA 
ANALISIS :
- sektor pariwisata dapat diandalkan menjadi potensi daerah yang masih terbuka luas untuk ditingkatkan dan dikembangkan
- wisata dianggap salah satu sektor yang dapat membawa kemakmuran bangsa dan mempercepat pembangunan negara ini, sehingga sektor wisata tersebut harus dikembangkan di berbagai daerah.
- pariwisata yang berhasil apalagi padat investasi akan mampu menyerap jumlah tenaga kerja, peningkatan perputaran dan pendistribusian uang di daerah wisata, serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Posisi Industri Pariwisata Indonesia di Mata Dunia

Posisi Daya Saing Industri Parawisata Indonesia Tahun 2011
Negara
Rangking Regional
Rangking Internasional
Rangking Sumber daya Kultural
Rangking Harga Kompetitif
Indonesia
13
74
39
4

      Posisi Industri pariwisata Indonesia pada tahun 2011 ada di dalam tabel penelitian World Tourism Report berada di rangking 74, naik dari tahun 2009 yang berada di rangking 84. Di level regional Asia Indonesia berada di rangking 13. Indonesia juga berada di rangking 17 untuk level sumber daya alam yang dimiliki. Potensi industri pariwisata Indonesia ada di sumber daya alam, sumber daya kultural yang sangat kaya, situs bersejarah yang cukup banyak dan harga hotel yang kompetitif. Disisi lain dalam laporan mengenai daya saing indonesia ada beberapa hal yang menjadi hambatan dalam menaikkan daya saing industri pariwisata di Indonesia yaitu transportasi udara (berada di posisi 58), transportasi darat (berada di posisi 82), infrastruktur pariwisata (berada di posisi 116) dan infrastruktur informasi pariwisata (berada di posisi 96).  Hambatan ini bila diselesaikan dengan baik, maka bisa menjadi pendorong industri pariwisata di Indonesia.
    Untuk bisa meningkatkan pariwisata di Indonesia, hal ini dibutuhkan kesiapan pengelola industri pariwisata. Blanke dan Chiase (2011) menyebutkan pentingnya para pengambil kebijakan untuk melakukan tindakan yang tepat dalam melakukan pengelolaan manajemen industri pariwisata. Ada lima hal penting yang perlu diambil,
1. Kesiapan untuk mengelaborasi kerjasama antara sektor privat dan publik
2. Mengurangi hambatan dan penghalang di industri pariwisata
3. Melakukan pemasaran di daerah tujuan pariwisata
4. Memberdayakan masyarakat lokal untuk turut ambil bagian dalam promosi dan pengelolaan
5. Melakukan skema yang memudahkan investasi di industri pariwisata
     Tulisan ini tidak ingin membedah seluruh rekomendasi Blanke dan Chiase, tapi satu hal saja yaitu di point empat memberdayakan masyarakat lokal. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengamatan terhadap industri pariwisata sangatlah penting. Salah satu contoh yang saya amati misal di Bali dan Sawah Lunto. Di bali seluruh nafas masyarakat sudah menjadi bagian yang menarik untuk ditonton oleh turis. Pemandu dengan sigap menceritakan menceritakan semua yang turis lihat mulai dari turun bandara hingga kembali ke bandara. Pemandu pun sepertinya sudah siap dengan standar pakaian dan sapaan terhadap turis. Di sawah lunto, pemerintah kota sawah lunto memberdayakan masyarakat lokal agar rumah rumah mereka bisa menjadi tempat menginap. Saat ini sawah lunto harum mengenalkan dirinya kepada turis sebagai wisata kota tambang yang berbudaya.
     Kedua contoh kecil ini menjadi satu inspirasi bagi pelaku industri pariwisata dan pengambil kebijakan untuk melihat masyarakat bukan sebagai penghalang. Masyarakat lokal punya potensi yang sangat baik untuk mendukung industri pariwisata. Yang diperlukan hanya kearifan lokal dan kemauan yang baik

wonderful indonesia



ANALISIS: 
- pariwisata indonesia berperan penting dalam meningkatkan devisa negara
- kesiapan pengelola industri untuk melakukan tindakan yang tepat dalam melakukan pengelolaan manajemen industri pariwisata.
- masyarakat lokal mempunyai potensi yang penting dalam meningkatkan kualitas pariwisata.

Sejarah panjang kenaikan harga BBM dari Soeharto hingga Jokowi

Presiden Joko Widodo baru saja mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tidak satu dua kali rakyat Indonesia menerima kebijakan kenaikan harga BBM. Hampir di setiap rezim pemerintahan, rakyat selalu dihadapkan pada kebijakan kenaikan harga BBM
Hampir setiap presiden pernah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Dari tujuh orang presiden RI, hanya Habibie yang tidak pernah menaikkan harga BBM. Wajar saja mengingat masa kepemimpinan Habibie hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan duduk menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi Rp 550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan harga BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei 1998.
Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada catatan kenaikan harga BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.
Memasuki medio 2000 tepatnya April 2000 atau di masa-masa awal kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, harga BBM diturunkan menjadi Rp 600 per liter. Tidak berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM dinaikkan menjadi Rp 1.150 per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.450 per liter.
Ketika menjadi presiden Indonesia kelima, putri Bung Karno yakni Megawati Soekarnoputri juga mengambil kebijakan serupa. Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp 1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter di awal Januari 2003.
Selama dua periode kepemimpinannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat tiga kali menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga bensin. SBY menaikkan harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008.
Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM menjadi Rp 5.500 per liter. Harga BBM kembali turun menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter pada 15 Januari 2009.
Setahun jelang lengser, pemerintahan SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.500 per liter. Tepatnya pada 21 Juni 2013. SBY sudah beberapa kali menjelaskan alasannya mengambil kebijakan yang tidak populis ini. Salah satunya karena tidak ingin membebani presiden periode berikutnya.
Langkah yang diambil Presiden SBY ternyata tidak menjamin beban pemerintahan Joko Widodo berkurang. Pemerintahan Jokowi-JK tersandera anggaran negara yang tak sehat karena tingginya alokasi anggaran subsidi BBM. Jokowi pun mengambil kebijakan sama seperti pendahulu-pendahulunya. Kebijakan nonpopulis, menaikkan harga BBM. Padahal, umur pemerintahannya belum genap satu bulan berjalan.
Semalam, Senin (17/11), Jokowi menaikkan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter. Mulai hari ini, Selasa (18/11), harga Premium naik dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Harga Solar juga naik dari semula Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500 per liter.
tabel bensin

sumber: https://id.berita.yahoo.com/sejarah-panjang-kenaikan-harga-bbm-dari-soeharto-hingga-230400455.html 

ANALISIS :
- bergantinya masa pemerintahan berpengaruh besar terhadap kenaikan harga bbm
- kenaikan harga bbm sudah menjadi keputusan presiden di masa pemerintahannya.

PRINSIP DASAR PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

I.          Mengenali Ekonomi Wilayah

Isu-isu utama dalam perkembangan ekonomi daerah yang perlu dikenali adalah antara lain sebagai berikut.

a.         Perkembangan Penduduk dan Urbanisasi

            Pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama pertumbuhan ekonomi, yang mampu menyebabkan suatu wilayah berubah cepat dari desa pertanian menjadi agropolitan dan selanjutnya menjadi kota besar. Pertumbuhan penduduk terjadi akibat proses pertumbuhan alami dan urbanisasi. Petumbuhan alami penduduk menjadi faktor utama yang berpengaruh pada ekonomi wilayah karena menciptakan kebutuhan akan berbagai barang dan jasa. Penduduk yang bertambah membutuhkan pangan. Rumah tangga baru juga membutuhkan rumah baru atau renovasi rumah lama berikut perabotan, alat-alat rumah tangga dan berbagai produk lain. Dari sini kegiatan pertanian dan industri berkembang.
            Urbanisasi dilakukan oleh orang-orang muda usia yang pergi mencari pekerjaan di industri atau perusahaan yang jauh dari tempat dimana mereka berasal. Perpindahan ke wilayah lain dari desa atau kota kecil telah menjadi tren dari waktu ke waktu akibat pengaruh dari televisi, perusahaan pengerah tenaga kerja, dan berbagai sumber lainnya. Suatu kajian mengindikasikan bahwa pendidikan berkaitan erat dengan perpindahan ini. Secara umum semakin tinggi tingkat pendidikan maka tingkat perpindahan pun semakin tinggi. Hal ini semakin meningkat dengan semakin majunya telekomunikasi, komputer dan aktivitas high tech lainnya yang memudahkan akses  keluar wilayah.
Urbanisasi orang-orang muda ini dipandang pelakunya sebagai penyaluran kebutuhan ekonomi mereka namun merupakan peristiwa yang kurang menguntungkan bagi wilayah itu bila terjadi dalam jumlah besar. Untuk mengurangi migrasi keluar ini masyarakat perlu untuk mulai melatih angkatan kerja pada tahun-tahun pertama usia kerja dengan memberikan pekerjaan sambilan, selanjutnya merencanakan masa depan mereka sebagai tenaga dewasa yang suatu saat akan membentuk keluarga. Sebagai dorongan bagi mereka untuk tetap tinggal adalah dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai.
Lembaga pendidikan/pelatihan dan dunia usaha perlu menyadari adanya kebutuhan untuk membangun hubungan kerjasama. Pendidikan mencari cara agar mereka cukup berguna bagi pengusaha lokal dan pengusaha lokal mengandalkan pada pendidikan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal. Jika metode pendidikan yang ada tidak dapat mengatasi tantangan yang dihadapi, maka ada keperluan untuk mendatangkan tenaga ahli dari wilayah lain untuk memberikan pelatihan yang dapat mensuplai tenaga kerja terampil bagi pengusaha lokal.

b.         Sektor Pertanian

           Di setiap wilayah berpenduduk selalu terjadi kegiatan pembangunan, namun ada beberapa wilayah yang pembangunannya berjalan di tempat atau bahkan berhenti sama sekali, dan wilayah ini kemudian menjadi wilayah kelas kedua dalam kegiatan ekonomi. Hal ini mengakibatkan penanam modal dan pelaku bisnis keluar dari wilayah tersebut karena wilayah itu dianggap sudah tidak layak lagi untuk dijadikan tempat berusaha. Akibatnya laju pertumbuhan ekonomi wilayah itu menjadi semakin lambat.
Upaya pengembangan sektor agribisnis dapat menolong mengembangkan dan mempromosikan agroindustri di wilayah tertinggal. Program kerjasama dengan pemilik lahan atau pihak pengembang untuk mau meminjamkan lahan yang tidak dibangun atau lahan tidur untuk digunakan sebagai lahan pertanian perlu dikembangkan. Dari jumlah lahan pertanian yang tidak produktif ini dapat diciptakan pendapatan dan lapangan kerja bagi penganggur di perdesaan. Program kerjasama mengatasi keterbatasan modal, mengurangi resiko produksi, memungkinkan petani memakai bahan baku impor dan produk yang dihasilkan dapat mampu bersaing dengan barang impor yang sejenis serta mencarikan dan membuka pasaran yang baru.

c.         Sektor Pariwisata

        Pariwisata memberikan dukungan ekonomi yang kuat terhadap suatu wilayah. Industri ini dapat menghasilkan pendapatan besar bagi ekonomi lokal. Kawasan sepanjang pantai yang bersih dapat menjadi daya tarik wilayah, dan kemudian berlanjut dengan menarik turis dan penduduk ke wilayah tersebut. Sebagai salah satu lokasi rekreasi, kawasan pantai dapat merupakan tempat yang lebih komersial dibandingkan kawasan lain, tergantung karakteristiknya. Sebagai sumber alam yang terbatas, hal penting yang harus diperhatikan adalah wilayah pantai haruslah menjadi aset ekonomi untuk suatu wilayah.
Wisata ekologi memfokuskan pada pemanfaatan lingkungan. Kawasan wisata ekologi merupakan wilayah luas dengan habitat yang masih asli yang dapat memberikan landasan bagi terbentuknya wisata ekologi. Hal ini merupakan peluang unik untuk menarik pasar wisata ekologi. Membangun tempat ini dengan berbagai aktivitas seperti berkuda, surfing, berkemah, memancing dll. akan dapat membantu perluasan pariwisata serta mengurangi kesenjangan akibat pengganguran.
Wisata budaya merupakan segmen yang berkembang cepat dari industri pariwisata. Karakter dan pesona dari desa/kota kecil adalah faktor utama dalam menarik turis. Namun kegiatan pariwisata bersifat musiman, sehingga banyak pekerjaan bersifat musiman juga, yang dapat menyebabkan tingginya tingkat pengangguran pada waktu-waktu tertentu. Hal ini menyebabkan ekonomi lokal dapat rentan terhadap perputaran siklus ekonomi.
Ekonomi wilayah sebaiknya tidak berbasis satu sektor tertentu. Keaneka-ragaman ekonomi diperlukan untuk mempertahankan lapangan pekerjaan dan untuk menstabilkan ekonomi  wilayah. Ekonomi yang beragam lebih mampu bertahan terhadap konjungtur ekonomi.

d.         Kualitas Lingkungan

         Persepsi atas suatu wilayah, apakah memiliki kualitas hidup yang baik, merupakan hal penting bagi dunia usaha untuk melakukan investasi. Investasi pemerintah daerah yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat sangat penting untuk mempertahankan daya saing. Jika masyarakat ingin menarik modal dan investasi, maka haruslah siap untuk memberi perhatian terhadap: keanekaragaman, identitas dan sikap bersahabat. Pengenalan terhadap fasilitas untuk mendorong kualitas hidup yang dapat dinikmati oleh penduduk suatu wilayah dan dapat menarik bagi investor luar perlu dilakukan.
Kawasan bersejarah adalah pembentuk kualitas lingkungan yang penting. Pelestarian kawasan bersejarah berkaitan dengan berbagai aspek ekonomi lokal seperti keuangan daerah, permukiman, perdagangan kecil, dan pariwisata dengan menciptakan pekerjaan yang dapat signifikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap kualitas hidup, meningkatkan citra masyarakat dan menarik kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan bagi penduduk. Pelestarian kawasan bersejarah memberikan perlindungan kepada warisan budaya dan membuat masyarakat memiliki tempat yang menyenangkan untuk hidup. Investor dan developer umumnya menilai kekuatan wilayah melalui kualitas dan karakter dari wilayahnya, salah satunya adalah terpeliharanya kawasan bersejarah.
Selain aset alam dan budaya, sarana umum merupakan penarik kegiatan bisnis yang penting. Untuk melihat dan mengukur tingkat kenyamanan hidup pada suatu wilayah dapat dilihat dari ketersediaan sarana umum di wilayah tersebut. Sarana umum merupakan kerangka utama dari pembangunan ekonomi dan sarana umum ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Sarana umum yang palling dasar adalah jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, sistim pengairan, sarana air bersih, penampungan dan pengolahan sampah dan limbah, sarana pendidikan seperti sekolah, taman bermain, ruang terbuka hijau, sarana ibadah, dan masih banyak fasilitas lainnya yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat.
Kepadatan, pemanfaatan lahan dan  jarak merupakan tiga faktor utama dalam pengembangan sarana umum yang efektif. Semakin padat dan rapat penduduk, biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana umum jauh lebih murah jika dilihat daya tampung per unitnya. Pola pembangunan yang padat, kompak dan teratur, berbiaya lebih murah daripada pembangunan yang linier atau terpencar-pencar. Semakin efisien biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan dan pengadaan sarana umum maka akan semakin memperkokoh dan memperkuat pembangunan ekonomi wilayah tersebut.

e.         Keterkaitan Wilayah dan Aglomerasi

        Kemampuan wilayah untuk mengefisienkan pergerakan orang, barang dan jasa adalah komponen pembangunan ekonomi yang penting. Suatu wilayah perlu memiliki akses transportasi menuju pasar secara lancar. Jalur jalan yang menghubungkan suatu wilayah dengan kota-kota lebih besar merupakan prasarana utama bagi pengembangan ekonomi wilayah. Pelabuhan laut dan udara berpotensi untuk meningkatkan hubungan transportasi selanjutnya. Pemeliharaan jaringan jalan, perluasan jalur udara, jalur air diperlukan untuk meningkatkan mobilitas penduduk dan pergerakan barang. Pembangunan prasarana diperlukan untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing wilayah. Mengenali kebutuhan pergerakan yang sebenarnya perlu dilakukan dalam merencanakan pembangunan tarsnportasi.         

II.         Manajemen Pembangunan Daerah Yang Pro-Bisnis

         Pemerintah daerah dan pengusaha adalah dua kelompok yang paling berpengaruh dalam menentukan corak pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, mempunyai kelebihan dalam satu hal, dan tentu saja keterbatasan dalam hal lain, demikian juga pengusaha. Sinergi antara keduanya untuk merencanakan bagaimana ekonomi daerah akan diarahkan perlu menjadi pemahaman bersama. Pemerintah daerah mempunyai kesempatan membuat berbagai peraturan, menyediakan berbagai sarana dan peluang, serta membentuk wawasan orang banyak. Tetapi pemerintah daerah tidak mengetahui banyak bagaimana proses kegiatan ekonomi sebenarnya berlangsung. Pengusaha mempunyai kemampuan mengenali kebutuhan orang banyak dan dengan berbagai insiatifnya, memenuhi kebutuhan itu. Aktivitas memenuhi kebutuhan itu membuat roda perekonomian berputar, menghasilkan gaji dan upah bagi pekerja dan pajak bagi pemerintah. Dengan pajak, pemerintah daerah berkesempatan membentuk kondisi agar perekonomian daerah berkembang lebih lanjut.
.

Prinsip-prinsip manajemen pembangunan yang pro-bisnis adalah antara lain sebagai berikut.

a.         Menyediakan Informasi kepada Pengusaha
          Pemerintah daerah dapat memberikan informasi kepada para pelaku ekonomi di daerahnya ataupun di luar daerahnya kapan, dimana, dan apa saja jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang akan datang. Dengan cara ini maka pihak pengusaha dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan daerah yang diinginkan pemerintah daerah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan dalam kegiatan apa usahanya akan perlu dikembangkan. Pemerintah daerah perlu terbuka mengenai kebijakan pembangunannya, dan informasi yang diterima publik perlu diupayakan sesuai dengan yang diinginkan.
b.         Memberikan Kepastian dan Kejelasan Kebijakan
          Salah satu kendala berusaha adalah pola serta arah kebijakan publik yang berubah-ubah sedangkan pihak investor memerlukan ada kepastian mengenai arah serta tujuan kebijakan pemerintah. Strategi pembangunan ekonomi daerah yang baik dapat membuat pengusaha yakin bahwa investasinya akan menghasilkan keuntungan di kemudian hari. Perhatian utama calon penanam modal oleh sebab itu adalah masalah kepastian kebijakan. Pemerintah daerah akan harus menghindari adanya tumpang tindih kebijakan jika menghargai peran pengusaha dalam membangun ekonomi daerah. Ini menuntut adanya saling komunikasi diantara instansi-instansi penentu perkembangan ekonomi daerah. Dengan cara ini, suatu instansi dapat mengetahui apa yang sedang dan akan dilakukan instansi lain, sehingga dapat mengurangi terjadinya kemiripan kegiatan atau ketiadaan dukungan yang diperlukan.
Pengusaha juga mengharapkan kepastian kebijakan antar waktu. Kebijakan yang berubah-ubah akan membuat pengusaha kehilangan kepercayaan mengenai keseriusannya membangun ekonomi daerah. Pengusaha daerah umumnya sangat jeli dengan perilaku pengambil kebijakan di daerahnya. Kerjasama yang saling menguntungkan mensyaratkan adanya kepercayaan terhadap mitra usaha. Membangun kepercayaan perlu dilakukan secara terencana dan merupakan bagian dari upaya pembangunan daerah. 
c.         Mendorong Sektor Jasa dan Perdagangan
Sektor ekonomi yang umumnya bekembang cepat di kota-kota adalah sektor perdagangan kecil dan jasa. Sektor ini sangat tergantung pada jarak dan tingkat kepadatan penduduk. Persebaran penduduk yang berjauhan dan tingkat kepadatan penduduk yang rendah akan memperlemah sektor jasa dan perdagangan eceran, yang mengakibatkan peluang kerja berkurang. Semakin dekat penduduk, maka interaksi antar mereka akan mendorong kegiatan sektor jasa dan perdagangan. Seharusnya pedagang kecil mendapat tempat yang mudah untuk berusaha, karena telah membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran. Pada waktunya pengusaha kecil akan membayar pajak kepada pemerintah daerah. Dengan menstimulir usaha jasa dan perdagangan eceran, pertukaran ekonomi yang lebih cepat dapat terjadi sehingga menghasilkan investasi yang lebih besar. Adanya banyak pusat-pusat pedagang kaki lima yang efisien dan teratur akan menarik lebih banyak investasi bagi ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Sebagian besar lapangan kerja yang ada dalam suatu wilayah diciptakan oleh usaha kecil dan menengah. Namun usaha kecil juga rentan terhadap ketidakstabilan, yang terutama berkaitan dengan pasar dan modal, walaupun secara umum dibandingkan sektor skala besar, usaha kecil dan menengah lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi. Pemerintah daerah perlu berupaya agar konjungtur ekonomi tidak berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha kecil. 
d.         Meningkatkan Daya Saing Pengusaha Daerah
      Kualitas strategi pembangunan ekonomi daerah dapat dilihat dari apa yang akan dilakukan pemerintah daerah dalam menyiapkan pengusaha-pengusaha di daerahnya menghadapi persaingan global. Globalisasi (atau penduniaan) akan semakin mempengaruhi perkembangan ekonomi daerah dengan berlakunya perjanjian AFTA, APEC dan lain-lain. Mau tidak mau, siap atau tidak siap perdagangan bebas akan menjadi satu-satunya pilihan bagi masyarakat di semua daerah. Upaya untuk menyiapkan pengusaha daerah oleh sebab itu perlu dilakukan. Pengusaha dari negara maju telah siap atau disiapkan sejak lama. Pengusaha daerah juga perlu diberitahu konsekuensi langsung dari ketidaksiapan menghadapi perdagangan bebas. Saat ini, pengusaha lokal mungkin masih dapat meminta pengertian manajer supermarket untuk mendapatkan tempat guna menjual produksinya. Tahun depan, bisa tidak ada toleransi untuk produksi lokal yang tidak lebih murah, tidak lebih berkualitas dan tidak lebih tetap pasokannya.
Meningkatkan daya saing adalah dengan meningkatkan persaingan itu sendiri. Ini berarti perlakuan-perlakukan khusus harus ditinggalkan. Proteksi perlu ditiadakan segera ataupun bertahap. Pengembangan produk yang sukses adalah yang berorientasi pasar, ini berarti pemerintah daerah perlu mendorong pengusaha untuk selalu meningkatkan efisiensi teknis dan ekonomis. Peraturan perdagangan internasional harus diperkenalkan dan diterapkan. Perlu ada upaya terencana agar setiap pejabat pemerinah daerah mengerti peraturan-peraturan perdagangan internasional ini, untuk dapat mendorong pengusaha-pengusaha daerah menjadi pemain-pemain yang tangguh dalam perdagangan bebas, baik pada lingkup daerah, nasional maupun internasional.
e.         Membentuk Ruang yang Mendorong Kegiatan Ekonomi

            Membentuk ruang khusus untuk kegiatan ekonomi akan lebih langsung menggerakkan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah perlu berusaha mengantisipasi kawasan-kawasan mana yang dapat ditumbuhkan menjadi pusat-pusat perekonomian wilayah. Kawasan-kawasan yang strategis dan cepat tumbuh ini dapat berupa kawasan yang sudah menunjukkan tanda-tanda aglomerasi, seperti sentra-sentra produksi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan; klaster industri, dsb. Kawasan cepat tumbuh juga dapat berupa kawasan yang sengaja dibangun untuk memanfaatkan potensi SDA yang belum diolah, seperti yang dulu dikembangkan dengan sistim permukiman transmigrasi. Kawasan-kawasan ini perlu dikenali dan selanjutnya ditumbuhkan dengan berbagai upaya pengembangan kegiatan ekonomi, seperti pengadaan terminal agribisnis, pengerasan jalan, pelatihan bisnis, promosi dsb.  Pengembangan kawasan-kawasan strategis dan cepat tumbuh ini perlu dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan penguatan keberdayaan masyarakat.

ANALISIS :

- perkembangan penduduk dan urbanisasi berpengaruh besar terhadap kualitas ekonoi daerah
- pemerintah daerah hendaknya memperhatikan daya saing pengusaha daerah
- ruang kegiatan ekonomi daerah perlu dibentuk.

Senin, 17 November 2014

SPBU 31 VS SPBU 34


SPBU itu terbagi 3 macam, yaitu:

1. COCO (Company Operation Company Owner)
2. DODO (Dealer Operation Dealer Owner)
3. CODO (Company Operation Dealer Owner)

COCO (Company Operation Company Owner)

      Adalah SPBU murni milik pertamina. bisa liat di papan blok dengan lambang 31 atau 51 dll. Pokoknya 2 digit di depan dan angka keduanya “1”.
SPBU COCO dikelola oleh subsidiary (anak perusahaan) PT. Pertamina (Persero) yaitu PT Pertamina Retail. PT Pertamina Retail juga mengelola Bright café n c-store. Tetapi ada juga SPBU swasta (DODO) yang memiliki Bright. Bright di SPBU Swasta disebut juga Bright branding.
     Oiya, tanda nomor disesuaikan dengan region pertamina. Misal di kuningan Jakarta dengan seri 31-12902. Nomor “3” adalah tanda region (Jakarta , bandung adalah dibawah region 3). Begitu juga dengan milik swasta yang juga mengikuti nomor per region. Bedanya pd SPBU swsta nomor kedua bukan “1” tetapi “4”.
SPBU 31


Region 1 daerah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau
Region 2 daerah Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung
Region 3 daerah Jawabarat dan Jakarta
Region 4 daerah Jawa tengah
Region 5 daerah Jawa Timur
Region 6 daerah Kalimantan
Region 7 daerah Sulawesi, Makasar, dan Sorong

DODO (Dealer Operation Dealer Owner)

       Adalah SPBU milik swasta atau perorangan. bisa liat di papan blok dengan lambang 34 atau 54 dll Pokoknya dua digit di depan pada angka dan keduanya angka “4”.

CODO (Company Operation Dealer Owner)

       Adalah SPBU milik swasta atau perorangan bekerjasama dengan PT Pertamina Retail.bisa liat di papan blok dengan lambang 34 atau 54 dll. dua digit di depan pada angka dan keduanya angka “4”.
konsep DOCO ini sama dengan SPBU swasta pada umumnya.


SPBU 34

Pertamina Pasti Pas

      Adalah suatu bentuk tanda bahwa SPBU telah teruji pasti pas dalam setiap pelayanannya. Pemeriksaan (Audit) pasti pas dilakukan oleh pihak ketiga yaitu Intertek atau bisa disebut audit intertek. Pemeriksaan ini berlaku untuk semua SPBU. Untuk mendapatkan sertifikat resmi pasti pas, maka SPBU akan di periksa seluruh kegiatan operasionalnya termasuk pelayanan penjualan oleh pihak intertek. Tetapi hati - hati gan... banyak SPBU yang memasang logo pasti pas tetapi belum tentu pasti pas.
LOGO "PASTI PAS"



ANALISIS:
- SPBU 34 dan SPBU 31 jelas berbeda
- pilihlah dengan cermat SPBU yang akan anda datangi
- perhatikan logo "pasti pas" ketika akan mengisi BBM

SEJARAH EKONOMI ISLAM

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISALAM PADA MASA PAMERINTAHAN RASULULLAH SAW.

           Munculnya islam membuka zaman baru dalam sejarah kehidupan manusia. Kelahiran Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yangn tiada tandingnya.
           Nabi Muhammad SAW  lahir pada hari senin 12 Rabiul awwal / 20 April 571 M, di rumah kakeknya Abdul Muthalib dan dibidani oleh Al-syifa, yaitu ibu dari Abudurrahman bin auf.
Beliau adalah utusan Allah SWT yang berakhir sebagai pembawa kebaikan bagi umat manusia di muka bumi ini. Pada pemerintahan Rasulullah SAW banyak sekali permasalahan, mulai dari politik dan urusan konstitusional, dan Rasulullha SAW juga merubah system ekonomi dan keuangan Negara sesuai dengan ketentuan Al-qur’an dan Hadisnya.
          Sebelum islam datang, keadaan masyarakat sangat buruk mulai dari segi masyarakat, pemerintahan, institusi karena mereka selalu bertentangan dengan prinsip ajaran islam. Para banker yahudi mulai mewarnai jehidupan islam dengan cengkeraman ribawi. Jauh dari nilai-nilai qur’an seperti persaudaraan, persamaan, kebebasan, dan keadilan.
          Disamping itu, masyarakat selalu dibayang-bayangi oleh peperangan antar suku yang tidak pernah berhenti sehingga islam hadir di tengah-tengah mereka. Dan belum biasa dimobilisasikan dalam waktu dekat karena butuh waktu untuk membawa seluruh aspek ke jalan yang lurus.

A.      Awal pemerintahan islam

        Pada saat awal didirikanya pemerintah islam, dapat dikatakan kondisi masyarakat madinah masih sangat tidak menentu dan memprihatinkan . oleh karena itu, Rasulullah SAW memikirkan untuk mengubah jalan secara berlahan-lahan dengan mengatasi berbagai masalah utama tanpa tergantung pada factor keuangan.
        Dalam hal ini, strategi yang digunakan oleh Rasulullah SAW adalah dengan melakukan langjah-langkah sebagai berikut :

1.       Membangun masjid utama sebagai tempat untuk mengadakan forum bagi para pengikutnya.
2.       Merehabilitasi muhajjirin mekkah di madinah.
3.       Membuat konstitusi masyarakat.
4.       Menciptakan kedamaian dalam Negara.
5.       Mengeluarkan hak dan kuwajiban bagi warga negaranya.
6.       Menyusun system pertahanan Negara.
7.       Meletakan dasar-dasar system keuangan Negara.

B.      Pemikiran Ekonomi Rasulullah SAW pada masa awal pemerintahan islam.

          Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk bertransaksi secara jujur, adil, dan tidak pernah membuat palangganya mengeluh dan kecewa. Selain itu ada beberapa larangan yang diberlakukan oleh Rasulullah SAW ntuk menjaga agar seseorang dapat berbuat adil dan jujur, yaitu :
1.       Larangan najsy.
2.       Larangan bay ba’dh Ala ba’dh.
3.       Larangan tallaqi Al-rukhban.
4.       Larangan ihtinaz dan ikhtikar.

          Dari langkah-langkah yang dilakukan Rasulullah SAW sehingga terjadilah aktivitas mempersaudarakan kaum ansar dan kaum muhajirin dengan menerapkan muzara’ah, sehingga tumbuh mata pencaharian baru bagi kaum muhajirin. Sampai akhirnya madinah dinyatakan tempat anti peanggaran antara dua harrashnya ( daerah pegunungan berapi disekitar madinah ), padang rumputnya tidak boleh dipotong, pepohonanya tidak boleh ditebang dan tidak boleh membawa senjata untuk perkelahian, kekerasan ataupun peperangan ( M.A. sabzzhwari )

ANALISIS:
- perekonomian sudah ada sejak zaman rasulullah
- ajaran rasulullah SAW  akan transaksi secara jujur berpengaruh dalam dunia ekonomi hingga sekarang.

Minggu, 02 November 2014

EKONOMI SYARIAH

A.PENGERTIAN
         
          Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah -masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan]. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral. Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen provitnya, yaitu sistem bagi hasil.

B. EKONOMI SYARIAH VS EKONOMI KAPITALIS

           Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrem, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

C. CIRI KHAS EKONOMI SYARIAH

           Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

           Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
 1. Kesatuan (unity)
 2. Keseimbangan (equilibrium)
 3. Kebebasan (free will)
 4. Tanggungjawab (responsibility)

         Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada dibumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaan-Nya di bumi. Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan"[6]. Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275[7]disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba[8] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[9]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

ANALISIS:
-ekonomi syariah lebih mengutamakan keuntungan dijalan islam.
-ekonomi syariah tercermin langsung sesuai firman allah
-ekonomi syariah bersifat halal